Penelitian Langowan
01/10

KENAPA BANYAK
REMAJA MUSLIM
LANGOWAN
TIDAK MELANJUTKAN
KULIAH?

Hasil Penelitian Sosial
Komunitas Riset Langowan

02/10

Latar Belakang

Pendidikan tinggi adalah kunci membangun masa depan.

Namun di Langowan, banyak remaja muslim setelah lulus SMA lebih memilih bekerja, merantau, atau belum memiliki arah jelas.

Ini bukan soal malas,
tapi ada banyak alasan di balik keputusan mereka.
03/10

Tujuan Penelitian

  • Mengidentifikasi faktor utama rendahnya minat kuliah.
  • Memahami pandangan remaja terhadap pendidikan tinggi.
  • Mengetahui pengaruh ekonomi, keluarga, dan lingkungan sosial.
  • Memberi rekomendasi nyata untuk perubahan.
04/10

Metode Penelitian

Kualitatif Deskriptif

Wawancara

Remaja, alumni, orang tua, guru, dan tokoh masyarakat.

Observasi

Mengamati lingkungan sosial dan budaya belajar.

Dokumentasi

Data, foto, catatan, dan arsip pendukung.

05/10

Temuan Utama

Ekonomi
Informasi
Lingkungan Sosial
Role Model

Empat faktor ini paling sering muncul dalam hasil wawancara dan observasi lapangan.

06/10

Faktor Ekonomi

“Saya ingin kuliah, tapi kasihan orang tua kalau harus bayar mahal.”

Banyak keluarga lebih memprioritaskan kebutuhan harian dibanding pendidikan jangka panjang.

07/10

Kurangnya Informasi

“Saya tidak tahu ternyata ada banyak jalur beasiswa.”
  • Kurang memahami jalur masuk kampus.
  • Tidak tahu peluang bantuan pendidikan.
  • Minim akses konsultasi pendidikan.
08/10

Pengaruh Lingkungan Sosial

“Teman-teman saya lebih memilih kerja atau merantau.”

Lingkungan yang jarang membahas pendidikan membuat kuliah tidak menjadi prioritas utama.

09/10

Minimnya Role Model

“Jarang ada yang kuliah, jadi kami tidak punya contoh.”

Kurangnya figur inspiratif membuat remaja sulit membayangkan masa depan pendidikan mereka.

10/10

Kesimpulan

Rendahnya minat kuliah bukan hanya soal kemauan.

Tetapi dipengaruhi oleh: ekonomi, minim informasi, lingkungan sosial, dan kurangnya teladan.

Memahami masalah adalah langkah pertama untuk menciptakan perubahan.