Sebuah KEBUN
Kehidupan
Di dalamnya bukan hanya ada ladang yang siap panen, tetapi juga sungai, kolam ikan, pepohonan yang membuat teduh, gubuk tempat beristirahat, dan bunga yang menghadirkan rasa bahwa hidup bukan sekadar bertahan.
Yang wajib DIRAWAT
Merawat kebun berarti menjaga seluruh UNSURNYA. Kolam dipelihara agar tetap memberi manfaat. Sawah dialiri supaya kehidupan berlanjut. Pohon dirawat untuk keteduhan. Bahkan bunga dijaga karena ia menghadirkan rasa.
Dalam konteks umat hari ini, pertanyaannya sederhana: sudahkah unsur-unsur seperti PENDIDIKAN, SOSIAL, dan EKONOMI benar-benar dirawat?
lebih penting daripada
PERAYAAN
PENGELOLA atau PEMILIK?
PENGELOLA
Menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menjaga, merawat, dan mengoptimalkan apa yang ada sebagai sebuah amanah bersama.
PEMILIK
Cenderung merasa memiliki hak sepenuhnya, hingga partisipasi dan keterlibatan orang lain perlahan menjauh.
Mereka memang tidak TAHU,
atau memang
TIDAK diberi tahu?
Orang-orang di sekitar kebun sebenarnya bukan tidak peduli. Banyak yang memiliki kepedulian dan kemampuan untuk ikut merawat. Namun sering kali mereka tidak pernah benar-benar diajak memahami kondisinya.
AMANAH
atau
KUASA?
RUANG UMAT bukan sekadar tempat berkumpul. Ia adalah sistem kehidupan. Jika tidak dirawat dengan sadar dan berkelanjutan, ia tidak hanya berhenti menghasilkan, tetapi perlahan kehilangan daya hidupnya.
Maka persoalannya bukan ketiadaan cahaya, melainkan kemauan untuk menyalakan yang sebenarnya sudah tersedia.